Selasa, 01 Maret 2016

SIFAT LISTRIK LARUTAN

       Svante August Arrhenius (1859-1927) dari Swedia saat presentasinya disertai Ph-D nya di Universitas Uppsala tahun 1884. Menurut Arrhenius, zat elektrolit dalam larutannya akan terurai menjadi partikel-partikel yang berupa atom atau gugus atom yang bermuatan listrik yang dinamakan ion. Ion yang bermuatan positif disebut kation, dan ion yang bermuatan negatif dinamakan anion. Peristiwa terurainya suatu elektrolit menjadi ion-ion nya disebut proses ionisasi.
      Ion-ion zat elektrolit tersebut selalu bergerak bebas dan ion-ion inilah yang sebenarnya menghantarkan arus listrik melalui larutannya. Sedangkan zat non elektrolit ketika dilarutkan dalam air tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik. Hal inilah yang menyebabkan larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik.
  1. Larutan elektrolit dapat menghantarkan aruss listrik, karena zat elektrolit dalam larutannya terurai menjadi ion-ion bermuatan listrik dan ion-ion tersebut selalu bergerak bebas.
    Contoh ionisasi larutan elektrolit :
           a)      HCl → H + Cl           (asam)
           b)      KOH → K + OH     (basa)
      c)      NaCl → Na + Cl      (garam)
    Berdasarkan daya hantar listrik, larutan elektrolit dibagi menjadi dua sebagai berikut:
    a)      Larutan elektrolit kuat, yaitu larutan elektrolit dengan daya hantar listrik basar, sehingga menyebabkan nyala lampu terang. Contoh: larutan asam kuat (HCl, HBr, HSO, HNO), basa kuat (LiOH, NaOH, KOH, Ba(OH)), asam-asam oksihalogen (HClO, HlO, HClO, HlO), dan garam-garam (NaCl, KCl).
    b)      Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit dengan daya hantar listrik lemah/kecil, sehingga menyebabkan nyala lampu redup atau hanya timbul gelembung gas saja. Contoh: CHCOOH, Al(OH), AgCl, CaCO.
  1. Larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik karena zat non elektrolit dalam larutannya tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik.Contoh: larutan gula (C₁₂H₂₂O₁₁), urea (CO(NH)),dan etanol (CHOH).
        Zat elektrolit merupakan zat yang dalam bentuk larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena telah terionisasi menjadi ion-ion bermuatan listrik. Sedangkan zat non elektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutannya tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena tidak terionisasi menjadi ion-ion, tetapi dalam bentuk molekul.